Pada tanggal 19 Agustus 2015 diadakan seminar
yang di selenggarakan oleh Bank Central Asia (BCA) dan nama dari acara tersebut
adalah “Workshop BCA Short Movie Award 2015” yang bertempat di Aula gedung BKS
Universitas Atmajaya, dimana workshop tersebut dilaksanakan dari mulai pukul
09.00 WIB sampai dengan kurang lebih 12.30 WIB. Acara ini dilaksanakan untuk
mendukung program BCA yang bernama BCA SHOVIA. Dimana acara tersebut berupa
suatu lomba pembuatan short film bertema
kebudayaan Indonesia yang diadakan bagi para mahasiswa untuk dapat mengasa
ide-ide kreatif mengenai suatu kebudayaan di Indonesia dan kebudayaan tersebut
ditunjukkan melalui pembuatan suatu film pendek yang berdurasi 3 sampai dengan
5 menit. Selain untuk mendukung acara BCA SHOVIA, acara ini juga di jadikan
sebagai ajang untuk mengenali, memahami
dan menggali lebih dalam seperti apa itu film pendek yang sesungguhnya, kenapa
film pendek? Karena walaupun durasi film yang begitu pendek, hanya 3-5 menit,
tetapi dengan pendeknya film tersebut maka makna yang terdapat dalam film
tersebut tidak bertele-tele atau terlalu dibuat basa basi, sehingga akan
langsung to the point pada bagian
permasalahan dan pada bagian penyampaian isi pesan yang mungkin akan lebih
mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat luas. Acara ini diselenggarakan
oleh majalah mahasiswa komunikasi Universitas Atmajaya, yang lebih dikenal
sebagai Alinea. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa Alinea dan BCA SHOVIA
membuat kerjasama untuk mengadakan workshop,
maka didalam worksop ini pun terdapat
dua pembicara yang akan membagikan pengetahuan mereka mengenai kebudayaan itu
sendiri, apa itu film pendek serta tips dan cara yang baik untuk membuat film
pendek menjadi lebih menarik. Narasumber yang datang pada worksop tersebut adalah Noorca M. Massardi dan
Harris Nizam.
Sebelum pembicara
memulai memberikan pengetahuan mengenai film, acara dimulai dengan sedikit
pembicaraan yang dilakukan oleh pegawai BCA yaitu Bu Atik, disini beliau
sebagai pegawai BCA memulai dengan menjelaskan program mengenai BCA SHOVIA,
dimana program tersebut dibuat untuk mendapatkan ide-ide baru mengenenai
kebudayaan Indonesia. Karena pada masa ini kaum muda sudah mulai melupakan
kebudayaan asli Indonesia dan mulai beralih ke kebudayaan luar yang mereka
anggap lebih “keren”. Padahal tanpa mereka ketahui, Indonesia terutama
kebudayaannya mempunyai banyak sekali ragam serta jenisnya, dan sangat sayang
untuk dilupakan begitu saja. Maka dari itu program BCA SHOVIA dibuat untuk
mengasah ide-ide mahasiswa yang kreatif untuk mengenalkan kembali apa itu
kebudayaan Indonesia yang begitu indah dan banyak ragam jenisnya yang sudah di
lupakan oleh kebanyakan masyarakat, dan dengan film itu selain mengenalkan
kebudayaan juga diharapkan ada suatu pesan yang dapat disampaikan kepada
masyarakat mengenai kebudayaan itu sendiri. Kenapa program tersebut dibuat
dengan format lomba pembuatan film? Karena pada masa ini film dianggap lebih
mudah untuk menyalurkan dan memperkenalkan budaya-budaya tersebut ke masyarakat
luas.
Setelah itu
dilanjutkan dengan pembicara kita, yaitu Bapak Noorca M. Massardi.
Beliau dikenal sebagai penyair, pengarang, penyunting, penulis lakon sandiwara,
pemeran pria, sutradara, penulis scenario, juri festival film atau sinetron,
penerima Anugrah Kebudayaan, juri lomba iklan, pewarta, serta pembawa acara
televisi, kolumis, dan budayawan (Wikipedia). Beliau disini lebih
menjelaskan mengenai apa itu kebudayaan. Beliau menyampaikan bahwa kebudayaan
setiap daerah di Indonesia mempunyai perbedaan satu sama lain. Dan dengan
berbagai kebudayaan tersebut kita diajak untuk mengamati satu persatu serta
mengekspresikan kebudayaan tersebut dengan lebih baik. Beliau juga menjelaskan
bahwa kebudayaan sesungguhnya tidak akan hilang, karena kebudayaan tersebut
berada dalam suatu lingkungan sosial dan diteruskan dari generasi ke generasi
dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga tidak akan ada kebudayaan yang
hilang, hanya akan berkembang dengan tujuan untuk menyamai perkembangan jaman.
Serta Indonesia pun tidak terlepas dari perubahan perkembangan kebudayaan
tersebut salah satunya adalah Indonesia yang dahulu mempunyai kebudayaan yaitu
memiliki kepercayaan terhadap nenek moyang, mulai berubah setelah datangnya
pendatang-pendatang asing dari pesisir pantai yang membawakan berbagai macam
agama yang sampai sekarang agama-agama tersebut diakui oleh negara Indonesia
sendiri. Maka dari itu dapat dikatakan perubahan dalam kebudayaan itu pasti
terjadi, dan tidak dapat dihindarkan, maka dari itu yang harus dilakukan adalah
menerima kebudayaan tersebut, yang dianggap memiliki sifat positif, dan
berusaha membiasakan diri dengan kebudayaan baru tersebut. Serta tidak lupa
bapak Noorca menjelaskan mengenai bahwa kebudayaan sama dengan kejujuran. Hal
tersebut dikatakan sama karena inti dari budaya itu sendiri adalah menciptakan
manusia yang saling bersatu, menghormati satu sama lain dan menciptakan
perdamaian, serta dapat dikatakan juga bahwwa kejujuran adalah salah satu dasar
penting dalam pembuatan perdamaian, maka dari itu beliau menganggap bahwa kejujuran
merupakan kebudayaan tertinggi.
Selain ada Bapak Noorca M. Massardi sebagai pembicara,
ada juga Bapak Harris Nizam. Dimana beliau juga dikenal
sebagai sutradara dan produser dan
dikenal melalui film Surat Kecil Untuk Tuhan yang berhasil menjadi Indonesia's
#1 Box Office pada tahun 2011. Film selanjutnya yang ia sutradarai adalah
Hasduk Berpola, yang berhasil meraih penghargaan Piala Dewantara di ajang
Apresiasi Film Indonesia 2013 (BCA Shovia).
Bapak Harris disini lebih memberikan penjelasan mengenai film pendek serta tips
untuk membuat film pendek lebih menarik. Pertama-tama beliau memberikan
penjelasan mengenai apa saja yang perlu ada dalam film pendek, yaitu:
- Harus Kompleks,
dimana didlaamnya harus terdapat pengenalan, permasalahan, penyelesaian,
serta memperhatikan durasi, dimana durasi paling lama untuk film pendek
adalah 50 menit.
- Harus Bervariasi, bervariasi dari mulai segi bertutur, sudut pandang, maupun ide. Terutama dalam hal ide, walaupun tidak ada yang baru di dunia ini, namun ide-ide tersebut haruslah di inovasikan menjadi sesuatu yang dapat dianggap baru dan pantas untuk diapresiasikan oleh masyarakat.
- Cerita,
pada bagian cerita haruslah kuat, karena ini film pendek, maka memerlukan
cerita yang kuat, dan tidak berbasa basi agar dapat mudah dimengerti oleh
masyarakat dalam jangka waktu yang pendek.
- Penokohan,
tokoh yang paling baik dalam film pendek, jika dibandingan dengan program
BCA SHOVIA yang memerlukan film pendek berdurasi 3 sampai 5 menit adalah
maksimal 3 tokoh.
- Pemeran,
dalam film pendek penonton haruslah dibuat percaya dengan tokoh yang dimaksudkan
dengan menggunakan pemeran yang dapat dipercaya, contohnya saja ada peran
Ibu dalam sebuah film, janganlah menggunakan anak berusia belasan tahun
dan di make up tua agar terlihat
seperti ibu-ibu, gunakan ibu-ibu sungguhan agar terlihat lebih nyata.
Pemeran ini sangat penting karena pemeran yang baik akan menguatkan tokoh
dan membuat cerita mengalir.
- Crew, dalam membuat cerita pendek diperlukan crew yang
lengkap, selain dapat mempermudah perkerjaan, crew yag lengkap dapat
membantu kita untuk mendiskusikan keputusan apa saja yang akan diambil
dalam pembuatan film.
- Ending, film yang dianggap baik oleh bapal Harris adalah film yang mempunyai ending. Walaupun sesungguhnya tidak diharuskan tetapi sebaiknya ada karena akan menambah makna dan esensi terhadap film tersebut.
Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa ternyata
film pendek itu dapat dikatakan sebagai sarana kita untuk memulai membuat
sesuatu yang kreatif tanpa harus menggunakan dana yang besar, karena dalam film
pendek tidak terlalu memerlukan peralatan yang mahal, karena jikalau pesan
maupun mansa film tersebut dapat tersampaikan kepada masyarakat hanya dengan
menggunakan kamera ponsel, yang pada masa sekarang sudah banyak dimiliki, maka
hal tersebut pun dapat digunakan sebagai sarana untuk membuat film pendek. Dan biasanya
film pendek itu tidak memerlukan jalan cerita yang rumit, tetapi biasanya film
pendek menggunakan cerita yang sederhana dan dapat diambil dari kejadian
sehari-hari tetapi mempunyai makna dalam. Dan alasan mengapa film pendek
dianggap lebih praktis dalam segi produksinya di karenakan film pendek memiliki ciri/karakteristik sendiri
yang membuatnya berbeda dengan film cerita panjang, bukan karena sempit dalam
pemaknaan atau pembuatannya lebih mudah serta anggaran yang minim saja . Tapi
karena film pendek memberikan ruang gerak ekspresi yang lebih leluasa untuk
para pemainnya (Wikipedia). Maka dari itu dapat
dikatakan sekali lagi bahwa tidak diperlukan dana yang terlalu besar dalam
membuat film pendek, karena inti utama dalam pembuatan film pendek bukanlah
menghasilkan sesuatu yang mewah saja tetapi menghasilkan suatu alur cerita yang
memiliki makna mendalam dan memiliki suatu pesan, dalam hal budaya disampaikan
oleh bapak Noora dalam pembicarannya beliau menyampaikan bahwa film kebudayaan
yang baik itu adalah film yang memiliki cerita yang simple, bisa mengenai
kelahiran, kematian maupun kehidupan sehari-hari. Serta film kebudayaan yang
baik adalah suatu film yang bisa menceritakan kehidupan kebudayaan itu sendiri,
contohnya jika kita ingin membuat film mengenai kebudayaan Jawa, tentu saja kita
harus melakukan penelitiaannya terlebih dahulu, penelitian tersebut tentu saja
tidak harus mendatangi kota yang berada di pulau Jawa satu persatu karena tentu
saja akan memakan biaya yang banyak, bisa dimulai dengan penelitian menggunakan
internet yang dianggap lebih praktis dan dengan biaya yang berdana kecil.
Keuntungan
lain dalam film pendek adalah selain menggunakan dana yang tidak begitu besar
adalah dengan adanya perkembangan internet pada masa ini, sudah banyak cara
yang dapat digunakan unntuk menyebarkan film pendek tersebut. Salah satu situs
terkenal dalam penyebaran video via internet adalah situs Youtube. Situs
youtube sendiri banyak digemari oleh masyarakat untuk melihat video-video pada
masa ini karena mudah di gunakan. Dan film pendek pun dirasa cocok dengan
fenomena youtube ini karena kita sebagai pem-produksi dapat menyebarkan atau
dapat meng-upload film pendek kita ke situs youtube dengan mudah
dan tanpa biaya apapun. Mudah karena kita bisa setiap saat meng-upload film pendek kita tanpa batasan,
batasan disini dimaksud kita dapat meng-upload
setiap hari ataupun beberapa minggu sekali ataupun beberapa bulan sekali,
dan dapat meng-upload dimana pun,
asalkan tehubung dengan jaringan internet yang memadai. Serta hemat biaya
karena untuk mendaftar sendiri ke situs youtube ini tidak dikenakan biaya
apapun, kita hanya perlu mengikuti prosuder-prosedur kemanan account kita yang sudah disiapkan
sendiri untuk situs youtube. Serta selain sebagai pem-produksi kita juga bisa
menjadi konsumen, dimana kita mengonsumsi atau bisa melihat apa saja film
pendek yang berada dalam situs tersebut. Situs youtube pun memberi kemudahan
dalam mengakses setiap videonya dan tentu saja kita dapat mengakses video
tersebut kapan pun dan dimana pun asalkan terhubung jaringan internet. Kualitas
gambar video yang di sediakan oleh situs youtube sendiri adalah dimulai dari
240 sampai dengan 1080 yang dimana kualitas gambarnya termasuk tinggi. Selain
itu youtube juga digunakan sebagai alat untuk para pembuat film pendek pemula
untuk meng-observasi beragam jenis film pendek, karena video maupun film pendek
yang terdapat dalam situs youtube tersebut beragam dan tentu saja mudah di
akses dan di nikmati oleh masyarakat luas, terutama dengan masyarakat sekarang
yang sudah sangat tergantung oleh internet, serta situs youtube yang juga sudah
terkenal dikalangan masyarakat, maka situs youtube menjadi suatu alat yang
sangat cocok untuk menyebarkan film pendek.
Begitulah
sekilas penjelasan yang dapat saya sampaikan mengenai “Workshop
BCA Short Movie Award 2015” yang diadakan di Universitas Atmajaya, dalam workshop tersebut saya mendapatkan
pengetahuan mengenai apa arti kebudayaan secara umum dan juga saya mendapatkan
pengetahuan mengenai film pendek. Dengan pengetahuan itu saya dapat memahami
bahwa sebagai anak muda pun kita dapat membantu menyebarkan budaya kita ke berbagai
belahan dunia, sehingga dunia dapat mengetahui keindahan dan keberagaman budaya
Indonesia, dengan begitu tidak akan lagi terjadi budaya Indonesia di di “curi” oleh
negara lain, apalagi dengan kemudahan teknologi jaman sekarang dan dengan
perkembangannya internet, kita dapat dengan aktif menyumbangkan ide-ide kreatif
kita untuk membantu dan membangun bangsa Indonesia ke arah yang lebih maju
lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar